Rabu, 14 September 2011

CONTOH PROGRAM LATIHAN MINGGUAN PRAMUKA

CONTOH PROGRAM TAHUNAN DAN KEGIATAN MINGGUAN
EKSTRA KURIKULER PRAMUKA



PROGRAM KEGIATAN SEMESTER
GUGUS DEPAN 0473 - 0474
PANGKALAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN) 1 PONCOL TAHUN 2011/2012
Semester 1

No
Program Kegiatan
Sasaran
Tempat
JULI
AGUSTUS
SEPT
OKTOBER
NOPEMBER
DESEMBER
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1.
Penerimaan tamu ambalan
Kelas X
SMKN 1 PONCOL






























2.
Latihan rutin
Kelas X, XI
SMKN 1 PONCOL






























3.
Penempuhan SKU Bantara, Laksana
Kelas X, XI
SMKN 1 PONCOL






























4.
Mengirim perwakilan untuk menghadiri musyawarah cabang (Muscab / Siparcab)
Kelas XI
Kwarcab Magetan






























5.
Pengiriman peserta Upacara ke Kwartir ranting dalam rangka hari pramuka
Kelas X
Kwaran






























6.
Pengiriman Peserta Upacara HUT RI ke 66
Kelas X, XI,XII
Lapangan Kecamatan






























7.
Latihan Gabungan Penegak
Kelas X
Kwaran






























8.
Raker dan mugus
Kelas X, XI
Luar Sekolah






























9.
Penempuhan Badge Ambalan
Kelas X
Luar Sekolah






























10.
Penempuhan Badge sangga
Kelas X
Luar Sekolah






























11.
Mengirim kontingen raimuna cabang
Kelas X, XI
Kwartir Cabang






























12.
Rover Scout Team 2011
(Menempuh Wing Tapak Merah)
Kelas X,XI
Ds. Gonggang , Poncol







































PROGRAM KEGIATAN SEMESTER
GUGUS DEPAN 0473 - 0474
PANGKALAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN) 1 PONCOL TAHUN 2011/2012
Semester 2

No
Program Kegiatan
Sasaran
Tempat
JANUARI
FEB
MARET
APRIL
MEI
JUNI
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1.
Latihan rutin
Kelas X, XII
SMKN 1 Poncol






























2.
Penempuhan SKU Bantara dan Laksana
Kelas X, XI
SMKN 1 Poncol






























3.
Jelajah Wira Utama (JWU)
Kelas X, XI
Luar Sekolah






























4.
Penempuhan SKK, TKK
Kelas X, XI
SMKN 1 Poncol






























5.
Gladian Pinpinan Sangga
Kelas X
Wonomulyo






























7.
Pendakian Ke Hargodumilah
(Menempuh Wing Tapak Hitam)
Kelas XI
Cemorosewu






























8.
Perkemahan Pelantikan Bantara dan Laksana
Kelas X
Luar sekolah







































PROGRAM LATIHAN MINGGUAN
GUGUS DEPAN 0473 - 0474
PANGKALAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN) 1 PONCOL TAHUN 2011/2012
Semester 1

No
Program Kegiatan
JULI
AGUSTUS
SEPT
OKTOBER
NOPEMBER
DESEMBER
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1.
a. Materi ambalan dan racana (SKU 5)
b. Materi Lalulintas dan drill gatur lantas






























2.
a. Penjelasan Syareat Islam (SKU 1, 4)
b. Yel / Deffile






























3.
a. Diskusi Film (SKU 2, 3, 7)






























4.
a. Memahami isi AD/ART Gerakan Pramuka (SKU 11)
b. Macam-macam Simpul dasar dan drill gatur lanjutan






























5.
a.  Membaca jam dan menggunakan kompas (SKU 13)
b. Membuat Peta Pita






























6.
a. Sejarah Kepramukaan (SKU 12)
b. Mengenal morse dan pengembangannya






























7.
a. Mengenal organisasi ASEAN dan PBB (SKU 15)
b. Semaphore dan pengenalan sandi dasar






























8.
a. PIONERING (SKU 18)
b. PBB Tongkat / Mengulang semaphore






























9.
a. Senam pramuka
b. Perkembangan fisik dan reproduksi remeja (SKU 20)






























10.
a. Defile dan olah raga (SKU 19)
b. Mengulang senam Pramuka / Pengenalan senam Poco-
    poco






























11.
a. Materi Baris berbaris (SKU 21)
b. Materi Satuan Karya (SAKA) 1






























12.
a. Materi Penyakit Infeksi, degenerative dan penyakit yg
    dikarenakan perilaku tidak sehat (SKU 22)
b. Materi Satuan Karya (SAKA) 2






























Sabtu, 12 Februari 2011

SUNGAI MARIAM, ANGGANA

SAYA SUDah lama sekali tidak ngeblog,
saya sekarang ada di anggana, menghadiri acara pernikahan kakak saya.

Rabu, 12 Mei 2010

lintas medan Wonogiri-magetan


PROJEC PROPOSAL

LINTAS MEDAN

GUGUS DEPAN MADRASAH ALIYAH HASANUDIN DAN MADRASAH TSANAWIYAH HASANUDIN

DEWAN AMBALAN PENEGAK / DEWAN PASUKAN PENGGALANG “BHARATA”

Jl. Wilis No 162 Biting Desa Gonggang Kecamatan Poncol M

(0351 889 396, Email: gnuga_dp@yahoo.com




I. PENDAHULUAN DAN LATAR BELAKANG

Gerakan pramuka adalah pendidikan kepanduan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik. Sanggup bertanggung jawab dan mampu membina dan membangun diri sebagai penerus generasi terdahulu.

Dalam memcapai tujuannya, antara lain dalam upaya menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan. Untuk itu perlu diberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan bagi para anggota pramuka dewan ambalan penegak / dewan pasukan penggalang Bharata gugus depan MA dan MTs Hasanudin dalam rangka dan upaya pembentukan watak dan mental agar menjadi manusia yang berkepribadian dan berjiwa pancasila.

Kegiatan ini selain merupakan upaya pembinaan Aanggota dewan ambalan penegak / dewan pasukan penggalang, juga merupakan program yang telah ditetapkan melalui musyawarah dewan ambalan penegak / dewan pasukan penggalang yang diharapkan nentinya berkelanjutan dan masuk dalam program tahunan pengurus dewan ambalan penegak / dewan pasukan penggalang yang baru.

II. DASAR KEGIATAN

1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 tentang Anggaran dasar Gerakan Pramuka

2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 193 Tahun 1998 Tentang Penyesuaian Petunjuk Penyelenggaraan Pertemuan Pramuka

4. Rapat Dewan Dewan ambalan penegak / dewan pasukan penggalang pada hari rabu tanggal 05 Mei 2010

5. Rapat Majelis Pembimbing gugus depan pada tanggal ….. Mei 2010

III. TUJUAN

1. Pembekalan materi pengetahuan dan keterampilan kepramukaan bagi anggota Pramuka Gugus Depan MA dan MTs HASANUDIN

2. Berlatih Mengaplikasikan ilmu pasca pelantikan penegak Bantara bagi anggota Dewan ambalan penegak.

3. Menanamkan disiplin dan mental yang lebih baik

4. Haflah akhirussanah / pelepasan bagi penegak dan pelepasan penggalang ke penegak bagi anggota Pramuka penggalang yang telah lulus UAN.

5. Sarana promosi sekolah khususnya Madrasah aliyah.

IV. NAMA KEGIATAN

Nama kegiatan ini adalah “LINTAS MEDAN, DALAM RANGKA KEMAH BHAKTI DAN HAFLAH AKHIRUSSANAH MA DAN MTs HASANUDIN

Materi dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain adalah :

1. Lintas Medan

2. Pemantapan dan pembekalan materi kepramukaan

3. Mencari jejak

4. Outdoor games

5. Upacara

V. TEMA KEGIATAN

Waskita, krida, bhakti praja muda karana

VI. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan LINTAS MEDAN seperti tersebut diatas direncanakan akan dilaksanakan pada

Hari / tanggal : Jum’at - minggu, 28 – 30 Mei 2010

(Jum’at mulai 08.00 s/d minggu)

Tempat : Desa Bowo , Kecamatan Puhpelem,

Kabupaten wonogiri

VII. SISTEM PENYELENGGARAAN

Kegiatan diselenggarakan dengan cara :

1. lintas Medan, yaitu dengan berjalan kaki melewati medan gunung dan persawahan serta perkampungan penduduk di daerah perbatasan antara Magetan sampai Wonogiri

2. Outdoor game, yaitu kegiatan permainan yang dilaksanakan di lapangan atau alam terbuka

3. Ceramah Materi-materi kepramukaan, kepecintaalaman dan PMR

4. Upacara-upacara

Jadwal kegiatan terlampir

VIII. PESERTA

Peserta adalah para pramuka usia penegak siswa-siswi MA dan MTs Hasanudin kelas IX, X, XI, XII dan undangan.

Dengan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Sehat jasmani dan rohani

2. Mendapat ijin dari orang tua, dibuktikan dengan surat ijin orang tua

3. Membawa perlengkapan berkemah dan keperluan pribadi yang telah ditentukan.

4. Memenuhi persyaratan lain yang telah ditetapkan panitia (sangga kerja)

Daftar peserta dan persyaratan terlampir

IX. KEPANITIAAN

Penyelenggaraan kegiatan telah dibentuk kepanitiaan yang terdiri dari anggota Pramuka, Pembina dan pembantu Pembina serta instruktur dari gugus depan MA dan MTs Hasanudin, dan pihak luar yang membantu terlaksananya kegiatan ini.

Kepanitiaan tersebut dibentuk pada tanggal 5 Mei 2010 .

( Daftar susunan kepanitiaan terlampir )

X. ANGGARAN

Anggaran kegiatan bersumber dari :

1. Iuran mandiri anggota pramuka (peserta kegiatan)

2. Bantuan / subsidi pihak sekolah dan yayasan

( Perincian anggaran dan kebutuhan terlampir )

XI. PENUTUP

Demikian proposal ini diajukan untuk menjadikan periksa. Selanjutnya atas kebijakan dan dukungan dari pihak yayasan sangat kami harapkan.

Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Poncol , Mei 2010

Mengetahui

Kamabigus MA Hasanudin

T A S L I M, S.Ag

Kamabigus MTs Hasanudin

Drs. NURSAMAI


Rabu, 28 April 2010

dewan ambalan bharata




Secara jujur kita aakui, jumlah peserta didik Gerakan Pramuka golongan Penegak prosentasenya menurun jika dibandingkan dengan jumlah anak golongan Siaga dan Penggalang. Kalau kita amati, banyak peserta didik golongan siaga yang masih mau melanjutkan sebagai Pramuka Penggalang, namun apabila sudah memasuki usia Penegak, kebanyakan mereka sudah tidak berambisi lagi untuk bergabung menjadi Pramuka Penegak. Benarkah Pramuka Golongan Penegak kurang/tidak lagi menarik bagi pemuda seusia 16 – 20 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang ? ataukah mungkin ada factor-faktor lain yang menyebabkan semua ini, sehingga perlu kita benahi agar kegiatan Penegak tetap diminati peserta didik.

Apabila kita membaca sejarah kepanduan khususnya masalah kepenagakan, disitu akan kita ketahui, bahwa lahirnya Pramuka Golongan Penegak bukanlah merupakan ide dari pendiri kepramukaan “ Baden Powell “untuk diikuti oleh pemuda seusia penegak. Akan tetapi, lahinya Pramuka golongan Penegak ini justru dikerenakan tuntutan dari mereka sendiri ( pemuda golongan penegak ) untuk tetap memandu, melanjutkan kegiatannya sewaktu mereka masih sebagai Penggalang. Dengan demikian jelaslah bagi kita, bahwa sebenarnya Pramuka Penegak masih diminati pemuda, hanya saja bagaimana cara menciptakan “ porsi kegiatan kepramukaan “ yang cocok pada anak seusia inilah yang agak sulit.

Berbagai gagasan latihan untuk Penegak pernah dicoba oleh Baden Powell, namun kebanyakan gagasan itu ditarik kembali, dengan alasan kurang sesuai dengan yang dikehendaki mereka. Padahal, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, syarat utamanya haruslah cocok dan sesuai dengan yang dikehendaki mereka, sehingga dapat menarik mereka untuk berbondong-bondong bergabung menjadi Pramuka Penegak. Akhirnya ditemukanlah bahan latihan yang cocok untuk mereka, yaitu suatu latihan yang dapat menambah dan melangkapi hal-hal yang belum didapatkan sewaktu mereka masih menjadi Siaga dan Penggalang, dalam rangka menciptakan warga Negara yang baik dan berguna. Sedangkan cara memberikannya dengan mempergunakan metode kepanduan dalam suasana hidup diluar dan bakti.

Karena kepramukaan mempunyai sifat nasional, internasional dan universal, maka metode latihan kepenegakan di Indonesia pun disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat dan Negara Indonesia. Dalam Gerakan Pramuka, Pramuka Penegak adalah kader-kader Pembina, yang mempunyai tugas untuk membangun Indonesia. Mereka menggabungkan diri dengan suka dan rela untuk bertugas :
1. membina diri sendiri dan sesama Pramuka
2. Berbakti kepada Tuhan, tanah air, bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang kini sedang melaksanakan pembangunan untukmencapai masyarakat adil dan makmur.

Sedangkan latihannya dilaksanakan dari, oleh dan untuk mereka sendiri. Inilah gambaran latihan Kepenagakan yang menarik. Saya yakin, apabila prinsip ini dipegang teguh dalam melaksanakan latihan kepenegakan, niscaya latihan tersebut akan benar-benar menarik bagi peserta didik. Dan sekaligus dapat mengarah kepada upaya penacapaian tujuan Gerakan Pramuka.

Lalu kenapa pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak? Menurut pengamatan kami, factor-faktornya dapat kami simpulkan sebagai berikut :

Bentuk latihan yang menoton dan mengulang latihan penggalang.

Salah satu factor yang menyebabkan pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak adalah karena banyak di antara Pembina Penegak yang menyajikan acara latihannya seperti pada latihan penggalang. Sehingga kesannya di mata anak didik, latihan kepenegakan itu menoton dan membosankan. Lebih-lebih bagi mereka yang dahulunya aktif waktu menjadi penggalang jelas tidak tertarik untuk masuk menjadi Penegak.

Hal ini sebenarnya janganlah sampai terjadi. Meskipun ada beberapa mata acara latihan yang sama untuk anak penggalang dan penegak, suatu missal, cara mempergukan kompas, tetapi model penyampaiannya dan luas isi materi antara penggalang dan Penegak jelas berbeda. Untuk anak penggalang materi yang disampaikan mungkin sebatas pengenalan kompas, bagian-bagian dan fungsinya, serta cara mempergukannya secara praktis. Tetapi untuk anak Penegak akan lebih lagi, selain materi yang disampaikan di Penggalang, masih ditambah lagi tentang sejarah asal usul kompas, macam-macam bentuk kompas dari yang paling sederhana sampai ke paling modern, cara memilih jenis kompas, cara merawat, cara membuat kompas yang sederhana. Dan kalau perlu, mereka juga harus dapat menerangkan dan melatih orang lain terutama adik-adik siaga dan penggalang dalam mempergunakan kompas. Lebih baik lagi kalau mereka dapat menuliskan hal-hal tersebut hingga tersusun menjadi bentuk buku. Yang menyampaikan materinya juga tidak harus Pembina, tetapi mereka dapat saling berdiskusi dari pengetahuan dan bahan-bahan yang mereka peroleh sendiri. Sehingga mereka saling menambah dan melengkapi. Dengan demikian pengetahuan mereka tentang kompas akan semakin luas.

Demikian juga untuk mata acara yang lain, hendaknya janganlah selalu Pembina yang menyampaikan, sehingga akan terkesan terlalu menggurui. Berilah jalan dan dorongan kepada mereka, terutama pengurus Dewan Ambalan. Untuk dapat menyampaikan materi latihan kepada teman-temannya. Cara lain yang dapat kita tempuh adalah dengan memberikan masalah dan pertanyaan yang berhubungan dengan materi latihan. Para Penegak disuruh membahas masalah tersebut atau mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan itu dengan cara berdiskusi atau membaca buku-buku. Kalau perlu tugaskan kepada mereka untuk menghubungi tokoh-tokoh atau instansi yang jelas menguasai atau ada hubungannya dengan materi tersebut.

Dengan demikian peserta didik akan sadar kekhilapannya dan cepat kembali ke jalan yang semestinya.

Terlebih untuk Ambalan yang masih baru didirikan, sebagai langkah awal Pembina harus banyak berperan. Baik dalam memberikan contoh cara memimpin jalanya latihan, mengurus administrasi maupun dalam membuat usulan kegiatan, petunjuk pelaksanaan, evaluasi dan laporan kegiatan. Pembina juga harus menjelaskan secara rinci tugas-tugas para Dewan Ambalannya sesuai dengan ketentuan yang benar.

Dengan demikian diharapkan Dewan Ambalan pertama yang berfungsi dengan baik dan benar. Ini sangat penting sekali, sebab biasanya pengurus masa bakti berikutnya sebagian besar mencontoh kerbiasaan Dewan Ambalan sebelumnya. jika awalnya sudah terbiasa suatu hal yang kurang baik dikhwatirkan akan menjadi tradisi turun temurun dalam Ambalan tersebut.

lahir dari berbagai masalah yang ada, dan kebutuhan kebutuhan para pramuka di MA HASANUDDIN poncol, maka dipandang perlu untuk membentuk Dewan Ambalan Baru.,.,.,., yang lebih efisien dan mengacu pada perkembangan jaman.,.,.,

(bersambung)

Minggu, 18 April 2010

TUGAS WAWANCARA

AGUNG DWI PRASETYO (08431001/P)

TUGAS WAWANCARA

Identitas obyek wawancara

Nama : AGUS DARMAWAN, S.Pd

Guru di : MTs dan MA Hasanuddin, Poncol, Magetan

Bidang Studi : MATEMATIKA

Petikan wawancara

Pewawancara : “Bagaimana cara anda menghadapi siswa yang hiper aktif?”

Guru : “Dalam KBM, siswa-siswa yang tergolong hyper aktif dalam menanggapi pembelajaran saya berikan kesempatan untuk membimbing teman-temannya yang memiliki kemampuan sedang dan rendah pada saat diskusi kelompok. Selain itu siswa-siswa yang paling hyper aktif tersebut juga saya beri secara khusus untuk mengembangkan pola pikirnya dalam pemecahan masalah melalui soal-soal pengayaan.”

Pewawancara : “bagaimana cara anda menghadapi siswa yang pasif?”

Guru : “Menurut saya untuk siswa yang pasif dalam KBM, saya beri kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan hasil-hasil pekerjaannya dikelas melalui komunikasi aktif dengan guru, sering diberi kesempatan untuk mengeksploitasi hasil-hasil pikirannya secara terbuka, diberikan motivasi-motivasi bahkan reword untuk meningkatkan kepercayaan diri dari siswa tersebut. Siswa yang pasif, juga tidak saya berikan tekanan-tekanan yang melampaui bataskemampuannya sehingga tidak menghilangkan kepercayaan diri yang sudah ada. Hal ini bisa dilakukan misal saat memberikan soal-soal yang mempunyai tingkat kesukaran mulai dari sedang sampai rendah. ”

Pewawancara : “Metode pembelajaran apakah yang paling sering anda gunakan?”

Guru : “Metode pembelajaran yang sering saya gunakan adalah eksplisit lerning dengan diskusi kelompok dan metode pembelajaran TPS (Think Pair Share)”

Pewawancara : “Apakah sumber semangat anda dalam mengajar?”

Guru : “Sumber semangat dalam mengajar saya adalah kondisi siswa. Siswa yang sekolah di MTs dan MA Hasanuddin sebagian besar bahkan 80% adalah anak-anak yang berlatar belakang ekonomi sedang sampai dengan kurang mampu. Selain itu semangat yang mereka miliki untuk mengikutipendidikan disekolah meskipun dengan keterbatasan alat dan bahan pembelajaran yang tersedia di sekolah. Selain itu semangat untuk menjadikan anak-anak di daerah edesaan menjadi anak-anak yang terdidik dan tidak tertinggal dari anak-anak di daerah perkotaan”

Pewawancara : “Saat bagaimanakah anda kurang bersemangat saat mengajar? ”

Guru : “saat kondisi badan kurang fit”

Pewawancara : “Kapan anda menyusun RPP?”

Guru : “Setiap kompetensi dasar (mlihat alokasi waktu yang diperlukan untuk menyampaikan materi setiap KD yang tersedia)”

Pewawancara : “Apakah harapan anda pada murid-murid anda?”

Guru : “Harapan saya, murid-murid bisa menyerap ilmu yang telah saya sampaikan walaupun hanya beberapa rumus, lulus dengan output yang baik, dan dapat mengamalkan ilmu-ilmunya walaupun dengan kondisi sekolah yang serba kekurangan.”

Pewawancara : “Apakah harapan anda kepada pemerintah mengenai profesi keguruan?”

Guru : “Harapan terhadap pemerintah, lebih memperhatikan sekolah-sekolah swasta yang terdapat di daerah-daerah pinggiran, karena masih banyak anak-anak Indonesia yang membutuhkan pendidikan yang layak secara fasilitas tanpa memandang swasta maupun negeri. Selain itu guru swasta juga harus lebih diperhatikan untuk meningkatkanmotivasi mengajarnya.”