Jumat, 06 November 2009

PROTEIN

PROTEIN

Contoh Makanan yang mengandung protein


Protein merupakan rantai panjang (polimer) asam amino.
Asam amino terdiri dari atom 
karbon (C), 
hidrogen (H),
oksigen (O), 
nitrogen (N), dan 
kadang-kadang belerang (S).
Berdasarkan asalnya, protein dibedakan menjadi protein nabati
dan protein hewani. Protein nabati diperoleh dari tumbuhan,
misalnya tahu, tempe, kecap, dan kacang-kacangan. Protein
hewani diperoleh dari hewan misalnya ikan, udang, keju,
cumi-cumi, udang, dan telur. Protein hewani mengandung
asam amino yang lebih lengkap daripada protein nabati.



Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein mengandung angka kalori
4. Fungsi protein bagi tubuh antara lain sebagai berikut.
a. Menyusun sel dan jaringan tubuh.
b. Menyusun enzim, hormon, dan pigmen.
c. Penghasil tenaga.
d. Memperbaiki dan mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak.
e. Berperan utama dalam proses pertumbuhan.
f. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Penyusun utama protein adalah asam amino. Asam amino
penyusun protein ada yang dapat disintesa oleh tubuh dan ada
yang tidak dapat disintesa oleh tubuh. Asam amino penyusun
protein terdiri atas 26 jenis, dibedakan menjadi berikut.
a. Asam amino esensial
Merupakan asam amino yang tidak dapat disintesa oleh tubuh.
Jumlahnya 10 macam. Kesepuluh asam amino tersebut adalah lisin,
leusin, 
valin, 
arginin,
 triptofan, 
isoleusin, 
histidin, 
treonin, 
fenilalanin, dan
meteonin. 
Asam amino esensial hanya dapat diperoleh tubuh melalui
makanan. Beberapa jenis makanan yang mengandung asam amino
adalah segala produk daging, ikan, susu, telur, kacang-kacangan, tempe,
tahu, dan kedelai. Protein yang dihasilkan oleh hewan disebut protein
hewani, sedangkan protein yang dihasilkan oleh produk tumbuhan disebut
protein nabati.
b. Asam amino non esensial
Merupakan asam amino yang sudah terdapat di dalam tubuh.

Fungsi utama protein adalah
sebagai komponen struktural dan fungsional.
Fungsi struktural berhubungan dengan fungsi
pembangun tubuh, pengganti sel-sel yang rusak. 
Sebagai komponen fungsional berkaitan dengan fungsinya sebagai
komponen enzim yang mengkatalisasi proses-proses
biokimia sel.


(sumber: BSE (0agus krisno), (Rinnie rahardjo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar